Wednesday, 30 September, 2020

7 Langkah Membangun Personal Branding di Era Berbasis Digital


Sebagai pengusaha di era digital menjadi sebuah keharusan untuk membangun personal branding atau citra diri. Dan untuk membangun itu semua, setidaknya ada tujuh langkah yang harus dilakukan. Memangnya apa saja itu? Simak jawabannya secara lebih lengkap pada artikel kali ini.

Citra diri yang kuat di era digital akan memudahkan Anda untuk dikenali. Baik itu secara personal maupun profesional. Orang-orang bisa dengan mudah melihat karya, keahlian, hingga pencapaian Anda secara online.

Citra diri di dunia maya bisa membantu Anda untuk memperoleh kredibilitas, relasi baru, bahkan kesempatan baru. Jika memang sebesar itu manfaatnya, pertanyaannya bagaimana cara membangun personal branding? Terlebih lagi di era berbasis internet seperti sekarang ini.

Tampilkan Citra Diri sesuai Portofolio

Apa langkah pertama yang harus dilakukan untuk membangun citra diri? Awali dengan memastikan terlebih dahulu citra seperti apa yang ingin ditampilkan. Contoh sederhananya seperti ini. Semisal Anda ingin menampilkan citra sebagai penulis skenario film yang sukses.

Nah, yang perlu dilakukan adalah bangun portofolio yang sesuai, yakni skenario film. Dalam hal ini Anda bisa bekerja sama dengan sutradara dan produser guna membangun portofolio tersebut. Jangan justru sebaliknya.

Anda sedang berusaha untuk menampilkan citra diri sebagai penulis skenario film yang sukses. Namun di sisi lain Anda tidak memiliki portofolio yang mendukung. Sudah pasti apa yang Anda lakukan justru hanya akan menjadi bumerang untuk diri Anda sendiri. Dalam hal ini kejujuran adalah menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Bagikan Portofolio Diri Anda

Setelah Anda memiliki portofolio yang mendukung, serta paham citra seperti apa yang ingin ditampilkan ke publik, kini saatnya untuk membagikan karya Anda. Ingat, dalam konteks ini tidak ada yang namanya kata malu.

Ingat untuk percaya diri terhadap diri sendiri. Dan pastinya karya-karya yang sudah Anda buat. Apalagi setiap bidang pekerjaan umumnya memiliki media berbagai portofolio masing-masing. Semisal para fotografer bisa membagikan karya-karyanya di Photostock atau Shutterstock.

Membuat Website Pribadi

Ingat, tidak semua bidang pekerjaan menyediakan media berbagai portofolio. Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada solusinya. Nah, untuk menjembataninya Anda bisa membuat media sendiri untuk memamerkan portofolio tersebut. Lalu apa medianya? Website bisa Anda manfaatkan.

Tidak perlu khawatir mengenai hal teknisnya. Sebab kini teknologi sudah sangat canggih. Anda bisa membuat website sendiri. Bahkan jika Anda tidak memiliki pengetahuan coding sekalipun. Sebab Anda cukup beli hosting, domain, lalu install platform pembuatan website.

Maksimalkan Media Sosial yang Ada

Proses membangun citra diri di era digital masih panjang. Nah, untuk poin yang satu ini saya yakin sudah sangat familiar untuk Anda. Ada cukup banyak media sosial yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu keperluan personal branding di dunia digital. Mulai dari Facebook, Instagram, YouTube, hingga LinkedIn.

Nah, yang menjadi pertanyaannya kemudian adalah apakah semua media sosial tadi harus digunakan? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Kenapa? Sebab semuanya harus disesuaikan dengan kebutuhan, bidang pekerjaan, dan target audience yang dibidik.

Membuat Strategi Konten

Portofolio sudah tersebar luas, website pribadi sudah ada, media sosial pun sudah ada. Kini waktunya untuk membuat strategi konten. Sebab Anda tidak bisa duduk diam hanya menunggu orang-orang berkunjung ke website portofolio yang Anda buat.

Anda harus menjemput para calon klien untuk berkunjung ke profil Anda. Baik yang ada di media sosial maupun website. Untuk mencapai hal seperti itu, butuh yang namanya strategi konten. Dalam hal ini Anda bisa memulainya dari blog. Memangnya seperti apa langkah riilnya?

Di blog, Anda bisa berbagi insight, tips, hingga tutorial di bidang yang Anda kuasai. Semisal Anda adalah seorang graphic designer. Dalam hal ini Anda bisa membuat tips memulai karir sebagai graphic designer. Atau bisa saja Anda berbagai tutorial desain menggunakan tools tertentu.

Artinya dengan cara membuat konten yang solutif sekaligus menarik seperti ini, Anda akan lebih mudah menjaring banyak pembaca. Dan setelah berhasil mengumpulkan banyak pembaca, Anda bisa mulai untuk menawari jasa maupun produk yang Anda jual.

Membangun Networking

Upaya untuk membangun personal branding selanjutnya adalah dengan cara membangun networking. Sebab networking merupakan hal yang tidak bisa dihindari untuk urusan yang satu ini. Meskipun Anda termasuk pribadi yang pemalu atau tidak suka bertemu dengan orang asing sekalipun.

Pasalnya lewat networking inilah Anda bisa bertemu dengan teman baru, partner kerja baru, klien baru, peluang kerja yang lebih baik, investor, bahkan mentor baru. Dalam hal ini Anda bisa memulainya dari internet. Apalagi rata-rata setiap bidang pekerjaan kini memiliki komunitasnya sendiri-sendiri di internet. Baik di grup Facebook, Kaskus, dan lain sebagainya.

Jangan Malu untuk Berkolaborasi

Dari networking yang sudah Anda bangun sebelumnya, besar kemungkinan Anda akan bertemu dengan orang-orang yang sevisi dan semisi dengan Anda. Nah, jika Anda sudah menemukan orang yang tepat, sebaiknya ajaklah mereka untuk berkolaborasi.

Bisa dikatakan jika kolaborasi adalah salah satu kunci sukses dalam membangun citra diri. Sebab dengan melakukannya Anda bisa mendapatkan insight baru, ide baru, atau bahkan karya baru bersama dengan partner kolaborasi Anda.

Di sisi lain, kolaborasi akan menuntut Anda untuk bisa terus berkembang. Sehingga Anda tidak stuck pada level yang sama. Itulah kenapa saat ingin membangun personal branding, kolaborasi memang sangat ditekankan.

0 comments on “7 Langkah Membangun Personal Branding di Era Berbasis Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *