Thursday, 01 October, 2020

Apakah Uang Koin Rp1.000 Kelapa Sawit Bernilai Ratusan Juta?



Ajaib.co.id – Uang koin Rp1.000 kelapa sawit sedang viral akhir-akhir ini. Karena di internet ditemukan, uang yang bergambar kelapa sawit itu dihargai hingga puluhan juta rupiah oleh penjual uang koin tersebut.

Untuk kamu yang mungkin agak lupa, uang koin Rp1.000 kelapa sawit merupakan uang yang unik karena dalam satu koin punya dua warna yang berbeda. Katanya, harga yang cukup mahal itu, karena dinilai langka. Tidak mengherankan banyak yang ingin tahu cara jual uang koin Rp 1.000 kelapa sawit ini.

Uang koin Rp1.000 kelapa sawit merupakan uang logam yang pernah diproduksi oleh Bank Indonesia (BI) di tahun 90-an. Saat ini uang tersebut tidak dipergunakan lagi karena sudah digantikan uang logam lain yang lebih baru sebagai alat pembayaran yang sah.

Tidak hanya uang kertas, uang logam pun mengalami pembaruan karena alasan kebersihan dan desain yang diperbarui dengan mempertimbangkan keamanannya. Namun, harus diakui bahwa uang koin Rp1.000 kelapa sawit itu desainnya paling menarik.

Mengapa Uang Koin Rp1.000 Kelapa Sawit Berharga Puluhan Juta?

Gegernya uang koin kelapa sawit tersebut diawali, adanya penjual di sebuah marketplace yang menjual uang bernominal Rp 1000 itu dengan harga selangit. Dari seharga puluhan juta per keping hingga Rp100 juta.

Hal itu pun mengundang perhatian netizen di media sosial. Banyak yang tidak menyangka uang koin gambar kelapa sawit keluaran tahun 90-an itu harganya bisa semahal itu.

Lalu, banyak media massa yang menangkap keramaian pergunjingan netizen itu menjadikannya sebuah pemberitaan, sehingga semakin ramai menjadi perbincangan publik. Masyarakat pun jadi penasaran dengan mencari tahu cara jual uang koin Rp1.000 kelapa sawit tersebut.

Sebenarnya uang kuno atau uang yang tidak beredar lagi di masyarakat bisa mencapai harga tinggi seperti itu jika benar-benar langka dan dalam kondisi yang bagus. Tapi menurut kolektor uang kuno, uang koin Rp1.000 kelapa sawit sebenarnya belum langka-langka amat.

Artinya masih bisa ditemukan dengan mudah, walaupun masyarakat tidak menggunakannya lagi sebagai alat bayar.

Sekarang mematok uang koin kelapa sawit dengan harga selangit di marketplace memang bisa semau penjual. Jangan heran jika kamu menemukan berbagai macam produk yang sama seperti di supermarket, tapi harganya malah jadi selangit di marketplace.

Bisa dipastikan penjualnya adalah penjual bodong yang berjualan hanya untuk bermain-main. Bahkan hal tersebut bisa menjadi kasus penipuan, karena bisa merugikan pembeli yang tidak tahu harga standarnya berapa.

Jadi, kamu harus hati-hati ketika berbelanja di marketplace menemukan harga barang yang kamu incar tampak tidak wajar. Kamu harus memeriksanya di marketplace lain sebagai bahan pertimbangan.

Cara Jual Uang Koin Rp1.000 Kelapa Sawit yang Benar

Cara menjual uang koin Rp1.000 kelapa sawit yang benar adalah dengan memeriksa kriteria yang menyangkut di uang koin tersebut.

Uang kuno yang harganya selangit itu tidak sembarangan dalam penaksirannya, karena harus ada kriteria-kriterianya. Hal itu disepakati oleh kolektor uang.

Kamu yang baru berencana menjadi penjual uang kuno atau sebagai kolektor harus tahu tentang kriteria ini.

1.    UNC (Uncirculated)

Uang kuno jenis UNC merupakan uang kuno paling mahal karena sudah sulit ditemukan di mana-mana. Uangnya menjadi incaran banyak kolektor karena uang jenis ini tidak mudah untuk ditemukan.

Kriteria tambahannya adalah uang ini tidak pernah digunakan sekalipun dan terlihat mulus. Itulah yang membuat harganya sampai selangit dan bisa dipatok mencapai puluhan juta.

Namun, coba kamu pikirkan, uang mana yang belum disentuh sama sekali oleh pemiliknya? Itu berarti uang ini disimpan dengan hati-hati dengan teknik khusus.

2.    AU (About Uncirculated)

Kriteria uang kuno berikutnya adalah uang kuno yang standarnya ada di bawah Uncirculated. Uang ini ciri khasnya sama dengan yang pertama, tapi bentuknya tidak begitu mulus karena ada bagian yang terlipat atau ada bagian gambar yang sudah memudar karena waktu.

Menjaga uang kuno yang gambarnya masih utuh adalah hal yang sangat sulit. Meskipun begitu, jenis uang ini bisa mendatangkan cuan juga untukmu asalkan kamu bisa meyakinkan bahwa uang koleksimu masuk di kriteria ini. Dan yang terpenting uang ini belum disentuk tangan orang.

3.    EF/XF (Extremely Fine)

Kriteria uang kuno berikutnya adalah di bawah standar dua uang di atas. Bedanya uang jenis ini terlihat mulus, tapi sudah digunakan oleh orang lain.

Misalnya saja ada noda yang tidak bisa dihilangkan. Namun, karena masih mulus, uang ini tetap bisa ditarifkan tinggi.

Apalagi jika uangnya sudah sangat langka. Bisa mendatangkan cuan yang menguntungkan bagimu.

4.    VF (Very Fine)

Uang kuno ini berada di urutan paling bawah dan merupakan uang yang mudah ditemukan, walaupun sudah tidak digunakan lagi.

Lalu, ciri khas berikutnya adalah uang ini terlihat sering digunakan oleh orang lain. Uang koin Rp1.000 kelapa sawit mungkin bisa masuk kriteria ini jika sering digunakan.

Kriteria di atas harus kamu tahu ciri khasnya sebelum mengincar uang kuno yang kamu ingin miliki. Namun, masih ada penjual yang tidak termakan dengan hal viral tersebut.

Buktinya ada juga yang menawarkan uang Rp 1000 kelapa sawit seharga Rp3.000 saja di sebuah marketplace. Jadi, tidak semua penjual uang kuno menjual uangnya dengan harga yang tidak wajar.

Cara jual uang koin Rp1.000 kelapa sawit bisa tetap kamu lakukan asalkan harganya sesuai standar.

Sekarang giliran kamu yang harus pintar memilih mana yang harus beli atau tidak. Jika ingin menjadi kolektor uang kuno, coba saja bergabung ke komunitasnya. Kamu bisa menemukannya dengan mudah di Facebook.

Di komunitas tersebut kamu akan banyak mendapatkan informasi tentang uang kuno, ilmu kamu tentang uang kuno akan bertambah di sana.

Jadi, kamu tidak akan termakan isu tidak benar tentang uang kuno juga. Bertemu dengan orang yang memiliki hobi sama denganmu tentu akan membantumu.





Source link

0 comments on “Apakah Uang Koin Rp1.000 Kelapa Sawit Bernilai Ratusan Juta?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *