Tuesday, 29 September, 2020

Cara Menjual Uang Kuno ke Bank yang Benar



Ajaib.co.id – Uang kuno saat ini sedang tren kembali. Naiknya tren uang kuno, salah satunya terkait viralnya lama berupa logam Rp1.000 yang memiliki dua warna, emas dan perak, ditawarkan kepada pembeli seharga puluhan juta rupiah.

Uang koin yang satu sisinya bergambar kelapa sawit itu memang tidak lagi diproduksi oleh Bank Indonesia. Bahkan jika kamu menggunakannya untuk keperluan berbelanja sepertinya tidak akan diterima juga.

Kegegeran uang koin kelapa sawit berharga hingga ratusan juta itu mungkin membuatmu menjadi penasaran. Lebih dalam lagi, terkait dengan uang-uang kuno yang juga berharga tidak masuk akal.

Mungkin di antara kamu ada yang penasaran bagaimana cara menjual uang kuno itu. Apa bisa menjual uang kuno ke bank? Simak ulasannya.

Kenali Jenis Uang Kuno Milikmu

Sebelum kamu memutuskan untuk menjual uang yang kamu yakini kuno atau lawas dengan nilai yang sangat tinggi, ada baiknya kamu mengetahui jenis atau kriteria uang kuno milikmu. Sehingga kamu bisa menaksir harga jualnya.

Berikut kriteria uang kuno yang sudah dibakukan para kolektor uang kuno.

1. UNC – uncirculated, uang yang belum pernah diedarkan apalagi dipakai. Para kolektor sangat menyenangi uang ini. Harga sangat mahal, karena kondisinya mulus dan tampak seperti baru.

2. AU – about uncirculated, hampir tidak ada perbedaan dan sama dengan UNC. Biasanya hanya ada sedikit goresan atau lipatan kecil saja. 

3. EF/XF – extremely fine, uang sudah pernah beredar dan digunakan untuk bertransaksi. Tapi masih terlihat mulus dan saat disentuh juga masih kaku dan keras, tak ada lipatan-lipatan kasar.

4. VF – very fine, bisa dikatakan penampakan uang masih bagus walau tampak kotor dan banyak lipatan kasar. Nah, uang kuno yang beredar saat ini kebanyakan dalam kondisi VF.

5. F – fine, atau tidak mulus. Terdapat banyak kerutan dan warna uang terlihat pudar.

6. VG – very good, tidak jauh berbeda dari F. Yang membedakan hanya lipatan atau robekan sudah sampai mengenai gambar uang.

7. Fair – kondisi yang sangat mengganggu penglihatan mata. Ditemukan coretan, bagian yang sudah hilang, kotoran dan lainnya.

8. Poor – Kondisi terendah ini sebenarnya untuk menilai bahwa uang tersebut tidak layak dikoleksi. Namun di beberapa kasus, grade ini masih dimaklumi selama mata uang tersebut begitu langka di pasaran.

Bagaimana Cara Menjual Uang Kuno ke Bank?

Pertanyaan ini seringkali terlintas dalam pikiran orang-orang yang kebetulan memiliki uang kuno atau uang lama yang sudah langka peredarannya. Bagaimana cara menjual uang kuno ke bank? Jawabannya adalah, bank tidak menerima uang kuno.

Tapi, kamu bisa menukar uang lama yang sudah tidak digunakan di kantor-kantor perwakilan Bank Indonesia yang ada di kotamu.

Intinya, kamu tidak bisa juga menukarkan uang di bank biasa, tapi hanya bisa dilakukan di Bank Indonesia. Karena Bank Indonesia yang memproduksi uangnya. Bank biasa hanya menyimpan uang dan melakukan transaksi.

Namun penukaran uang kuno atau uang lama ke Bank Indonesia ada persyaratannya. Jadi, tidak semua uang kuno bisa ditukarkan di Bank Indonesia.

Biasanya Bank Indonesia akan mengumumkan uang keluaran tahun berapa yang harus ditukarkan. Seperti di tahun 2018 kemarin, Bank Indonesia meminta masyarakat menukarkan uang yang diproduksi di tahun 1998-1999.

Untuk penukarannya kamu hanya perlu membawa uang yang akan ditukarkan dan syarat data diri, setelah itu kamu bisa menukarkan uangnya. Penukaran uang ini pun tidak dipungut biaya.

Jadi tenang saja karena kamu tidak akan dirugikan, asalkan ditukarnya di Bank Indonesia. Kalau ditukarkan di tempat lain mungkin kamu harus membayar biaya administrasi.

Lalu Bagaimana Cara Menjual Uang Kuno yang Benar?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kamu tidak bisa menjual uang kuno ke bank karena bank tidak menyediakan hal itu. Namun, ada beberapa tempat yang bisa kamu datangi untuk menjual uang kuno yang kamu miliki.

Hanya saja kamu harus memastikan dulu bahwa uang kuno yang kamu miliki itu asli agar keuntungan ada di tanganmu. Menjual di tempat-tempat ini pun kamu bisa mengalami penolakan karena tidak menjual uang asli. Dan harus berhati-hati juga untuk menghindari kasus penipuan.

Inilah tempat-tempat yang bisa kamu kunjungi untuk menjual uang kuno milikmu.

1.    Penjual uang kuno

Kamu bisa menjual uang kuno milikmu ke penjual uang atau koin kuno yang bisa ditemukan di suatu tempat. Mungkin beberapa di antaramu pernah menemukannya di pinggir jalan, tempat wisata, pokoknya di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau.

Mereka biasanya menerima siapa saja yang menjual uang kuno tersebut. Di sini kamu harus pintar menawarkan barang. Jika uang kuno yang kamu tawarkan benar-benar langka, jarang ditemukan, dan sedang menjadi incaran banyak orang, kamu bisa menetapkan harga jual yang tinggi.

Jadi, ketika memutuskan menjual uang tersebut pengetahuanmu soal uang kuno juga harus mumpuni agar bisa menjelaskan mengapa uang tersebut layak dibayar mahal.

2.    Kolektor uang kuno

Paling bagus kamu berhasil menemukan kolektor uang kuno. Mereka biasanya hobi mengoleksi uang-uang langka yang tidak ada lagi di pasaran.

Jadi, biasanya mereka bersedia membayar berapa saja asalkan uang kuno yang kamu tawarkan adalah uang yang sudah lama ia incar. Kamu bisa memasang harga uang kuno itu setinggi-tingginya.

Di sinilah mengapa uang kuno bisa dijadikan sebagai ladang investasi. Kamu bisa menghasilkan harga yang tinggi asalkan bisa menjualnya pada sosok yang tepat.

Hanya saja kamu harus melakukan usaha ekstra agar bisa menjualnya pada orang yang tepat, karena hal itu tidak mudah. Kamu bisa mencari kolektor uang kuno di internet atau masuk ke komunitas mereka.

3.    Jual secara online

Jika tidak menemukan kolektor uang kuno, kamu bisa menjual uangmu melalui online. Kamu dapat menawarkan uang kuno tersebut di media-media sosial yang digunakan.

Misalnya di Instagram, Facebook, atau Twitter. Jangan lupa cantumkan tanda pagar (tagar) agar uang kuno yang kamu tawarkan itu mudah ditemukan oleh mereka yang mengincarnya.

Setelah itu jangan lupa cantumkan nomor yang bisa dihubungi agar kamu dan calon pembeli bisa berkomunikasi dengan mudah. Tawar-menawar bisa langsung kamu lakukan via telepon.

4.    Jual di marketplace

Walaupun cara menjual uang kuno ke bank tidak ada, kamu bisa menjualnya di marketplace atau e-commerce. Saat ini banyak marketplace yang menyediakan tempat untuk penjual uang kuno sepertimu.

Kamu harus bisa membuktikan bahwa uang kuno yang kamu jual adalah uang asli. Jangan lupa cantumkan foto yang bagus agar bisa menarik calon pembeli dalam sekejap.

Di marketplace biasanya kamu diharuskan mencantumkan harga yang kamu ingin tawarkan, jadi pastikan kamu mencantumkan harga yang sesuai dengan kelangkaannya. Cara ini cukup mudah untuk dilakukan dan kamu bisa langsung mempraktekannya.

5.    Jual ke komunitas kolektor uang kuno

Komunitas kolektor uang kuno ini bisa kamu temukan dengan mudah di internet. Ketika ingin memasukinya, pastikan kamu memperkenalkan diri secara baik-baik, dan mengobrol dengan mereka sesuai dengan apa yang kalian sukai.

Untuk masuk ke komunitas ini kamu harus bisa membaur dengan baik. Selain berbagi hobi, di sini juga biasanya saling membantu untuk mendapatkan uang kuno yang menjadi incaran. Kamu tidak hanya akan menemukan satu kolektor, tapi banyak kolektor sekaligus.

Cara menjual uang kuno ke bank memang tidak ada, tapi kamu bisa mengincar keuntungan tidak tempat lain. Yang penting kamu menemukan kolektornya terlebih dahulu.

Apabila tidak ada kesepakatan dengan kolektor pertama, kamu bisa menawarkannya juga ke kolektor lain sehingga kamu tidak akan kebingungan mencari siapa yang mau membelinya. Asalkan kamu bisa menjalin hubungan baik dengan mereka terlebih dahulu.





Source link

0 comments on “Cara Menjual Uang Kuno ke Bank yang Benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *