Wednesday, 30 September, 2020

Mengenal Margin Call Dalam Dunia Saham


Orang-orang yang sudah familiar dengan trading forex pasti mengenal margin call (MC). Hal itu bisa saja terjadi ketika nilai ekuitas nasabah nyaris habis karena ada posisi merugi yang cukup parah dalam akunnya.

Apabila trader tidak menambah dana akun, maka broker dapat menutup paksa posisi tradingnya dalam kondisi rugi (stop out). Risiko ini menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang, apakah ada margin call saham juga?

Margin juga eksis dalam perdagangan saham. Namun, mekanisme margin dalam perdagangan saham agak berbeda dengan margin dalam perdagangan forex. Jadi, untuk mengenal margin call saham, kita harus memahami konsep margin dalam perdagangan saham terlebih dahulu.

Konsep Margin dalam Saham

Perusahaan sekuritas dapat menyediakan margin trading dengan limit tertentu bagi investor yang ingin melakukan transaksi melebihi dana yang dimiliki. Misalnya kamu punya dana senilai Rp100 juta dalam rekening dana nasabah (RDN), tetapi ingin membeli saham senilai Rp150 juta. Nah, kamu tetap dapat membeli saham senilai Rp150 juta tersebut dengan tambahan dana margin sebesar Rp50juta dari perusahaan sekuritas.

Margin dari perusahaan sekuritas ini bersifat mirip dengan dana pinjaman dari bank. Margin biasanya dikenai bunga per hari kalender. Dana margin yang kamu pinjam dari perusahaan sekuritas juga harus dikembalikan dalam tempo T+5 (hari kerja).

Umpamanya kamu membeli saham senilai Rp150 juta dengan modal sendiri Rp100 juta dan margin Rp50 juta pada hari Senin. Transaksi ini akan diselesaikan sesuai ketentuan settlement T+3, sehingga finalisasi terjadi pada hari Kamis. Selanjutnya, kamu harus menyetorkan dana sebesar Rp50 juta plus bunganya kepada pihak sekuritas paling lambat T+5 atau pada hari Senin berikutnya.

Bagaimana jika kamu tidak dapat melunasi pinjaman margin sebesar Rp50 juta tersebut secara tepat waktu? Dalam situasi ini, pihak sekuritas akan menjual paksa saham yang kamu miliki (force sell). Eksekusi penjualan paksa akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi pasar saat itu, tak peduli apakah harga saham sedang naik ataupun turun.

Mengenal Margin Call Saham

Setelah menyimak contoh di atas, boleh jadi kamu bertanya-tanya, di mana letak margin call saham? Ya, pihak sekuritas tentunya tidak mendadak melakukan force sell. Sekuritas akan mengirimkan beberapa kali peringatan melalui email dan atau telepon untuk mengingatkan investor akan melunasi pinjaman margin-nya. Beberapa peringatan ini merupakan “margin call” yang sebaiknya diperhatikan oleh investor.

Mari kembali ke contoh kasus tadi. Setelah kamu membeli saham dengan meminjam margin, perusahaan sekuritas akan mengirimkan email untuk mengingatkanmu agar menyetorkan dana Rp50 juta paling lambat pada tanggal sekian. Email juga biasanya memuat peringatan terkait kemungkinan dilakukannya force sell jika kamu gagal melunasi pinjaman margin sesuai deadline yang ditentukan.

Selama kamu belum melunasinya, status saldo dalam rekening akan tercatat minus dan kamu tidak bisa melakukan pembelian saham lagi (suspend buy). Kamu dapat menjual saham-sahammu dalam kurun waktu ini, tetapi tidak dapat membeli saham lagi hingga kamu melunasi pinjaman margin.

Apabila kamu belum juga melunasinya hingga mendekati hari T+5, pihak sekuritas akan mengirimkan peringatan lagi via email atau telepon. Ini merupakan margin call terakhir. Jika kamu tetap gagal memenuhinya, maka pihak sekuritas akan segera melakukan force sell. Dalam situasi ini, kamu jelas menanggung kerugian karena tetap harus membayar bunga margin sekaligus melepas saham pada harga yang tidak ideal.

Adakah cara untuk menghindari force sell? Ada beberapa alternatif untuk menghindari force sell. Pertama, kamu dapat menghindari margin sejak awal. Belilah saham sesuai besaran modal yang sudah kamu miliki saja. Kedua, kalau sudah telanjur membeli saham dengan margin, kamu dapat menjualnya sebelum T+5. Kamu tetap harus membayar bunga dari penggunaan margin tersebut, tetapi tidak akan mengalami force sell.

Kelebihan dan Kekurangan Margin dalam Saham

Pada dasarnya, margin call merupakan peringatan dari sekuritas agar investor memenuhi kewajibannya. Jadi, margin call saham itu sendiri merupakan sesuatu yang bersifat netral. Hanya saja, kamu perlu berpikir dua kali sebelum menggunakan fasilitas margin dari perusahaan sekuritas.

Fasilitas margin sangat cocok bagi spekulan berpengalaman yang ingin mengejar peluang beli dalam jangka pendek. Seandainya kamu membeli saham dengan margin lalu menjualnya dalam hari yang sama, maka kamu tidak harus melunasinya pada T+5 dan tak perlu membayar bunga. Kalau harga saham benar-benar naik sesuai ekspektasi dalam hari yang sama, maka kamu bisa dapat cuan dengan modal pinjaman cuma-cuma.

Meski demikian, margin sebaiknya dihindari oleh trader dan investor pemula. Mengapa? Ada beberapa kekurangan fasilitas margin yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Tidak semua perusahaan sekuritas diperbolehkan memberikan fasilitas margin kepada nasabahnya. Bursa Efek Indonesia hanya mengijinkan fasilitas margin via perusahaan sekuritas tertentu saja yang memiliki MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) dalam jumlah besar.
  2. Tidak semua investor diperbolehkan menggunakan fasilitas margin. Biasanya, kita harus mengajukan aplikasi khusus kepada perusahaan sekuritas agar dapat menggunakan fasilitas ini.
  3. Dana margin tidak dapat dipergunakan untuk membeli sembarang saham. Bursa Efek Indonesia menyediakan daftar efek margin yang berisi saham-saham mana saja yang boleh diperdagangkan dengan margin. Daftar direvisi secara berkala.
  4. Pengguna margin harus membayar bunga tinggi yang dihitung per hari kalender. Artinya, bunga akan terus tumbuh meski melewati hari libur nasional dan akhir pekan. Padahal, sekuritas hanya akan memproses jual-beli saham dan deposit dana investor pada hari kerja saja. Tanpa perhitungan yang matang, bunga margin dapat membengkak dengan cepat.
  5. Pengguna margin tidak dapat melakukan pembelian saham selama pinjaman belum dilunasi. Kalau dana margin itu sudah telanjur dibelikan saham yang ternyata salah prediksi, maka investor tidak akan bisa mencari peluang lain untuk profit dalam waktu dekat.

Nah, setelah mengetahui seluk-beluk margin ini, apakah kamu tertarik untuk menggunakannya atau justru ingin menghindarinya? Margin call saham itu sendiri tak perlu ditakuti, tetapi kamu sebaiknya meningkatkan wawasan dan keahlian trading dulu sebelum memanfaatkan fasilitas margin.

0 comments on “Mengenal Margin Call Dalam Dunia Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *