Wednesday, 30 September, 2020

Mengenal Short Selling Dalam Perdagangan Saham



Bid dan Ask dalam Saham

Ajaib.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) melarang praktek transaksi short selling karena kondisi yang tak menentu di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.

BEI memberlakukan atutan tersebut melalui ketentuan Nomor: S-01419/BELPOP/03-2020 yang resmi diberlakukan sejak tanggal 2 Maret 2020.

Surat tersebut merincikan bahwa bursa dengan ini mencabut izin transaksi Short selling seluruh Efek (saham dan instrumen keuangan lainnya) yang termasuk ke dalam Daftar Efek Short Selling. Pelarangan semacam ini pernah diterapkan pada tahun 2008 silam menyusul kebijakan serupa yang dilakukan otoritas bursa Amerika Serikat saat itu. Apa itu transaksi short sell, mengapa tidak lagi diperbolehkan oleh BEI?

Penjelasan Short Selling

Sejatinya seorang investor mengharapkan harga
sahamnya naik seiring waktu. Jadi pada umumnya investor akan membeli di harga
rendah dan mendapat keuntungan capital
gain ketika menjualnya di harga
tinggi. Pembelian saham di harga bawah untuk kemudian dijual di harga atas dikenal
sebagai transaksi Long atau Long Buy.
Jika Long adalah transaksi yang
dilakukan untuk mengharapkan kenaikan harga, maka Short adalah sebaliknya. 

Secara singkat short sell diartikan
sebagai jual kosong. Short sell didefinisikan sebagai penjualan
saham tanpa memilikinya terlebih dahulu. Keuntungan kemudian didapat jika harga
saham yang di-short sell mengalami penurunan. Dengan
demikian di saat pasar saham mengalami kejatuhan secara umum maka investor juga
bisa mendapatkan keuntungan dengan melakukan short sell.

Misalnya begini, suatu ketika menurut analisis
yang kamu lakukan kamu berasumsi bahwa saham NAUC akan mengalami penurunan dari
harga Rp1.000 menjadi Rp800. Kita asumsikan kamu memenuhi syarat untuk
melakukan short sell. Untuk melakukan short
sell kamu akan meminjam saham ke
perusahaan NAUC atau ke broker untuk menjual saham NAUC yang belum kamu miliki
sebelumnya. Itulah sebabnya transaksi short
sell disebut juga dengan Jual Kosong.
Karena kamu meminjam, berikutnya kamu harus melunasi pinjamanmu.

Jadi setelah kamu mendapat pinjaman saham, kamu
akan menjual saham tersebut di harga tinggi dengan harapan harganya jatuh
sesuai prediksimu. Ketika harga saham yang kamu short sell benar-benar
mengalami penurunan, kamu akan selesaikan transaksi dengan melunasi pinjaman
dari emiten tersebut. Setelahnya kamu akan mendapat keuntungan dari selisih
harga. Ketika harga NAUC turun dari Rp1.000 menjadi Rp800, maka keuntunganmu
adalah Rp200 per lembar saham. Jika yang terjadi sebaliknya, setelah di-short sell ternyata harga malah naik maka kamu akan merugi.

Dengan para investor diperbolehkan untuk
melakukan short sell maka penurunan harga saham-saham akan semakin cepat karena
ditunggangi para investor yang mengharapkan kejatuhannya. 

Pemberlakuan
Short Sell Sebelumnya

Jadi di tahun 2018 untuk meningkatkan
transaksi saham alias likuiditas bursa maka BEI memutuskan untuk mengizinkan
transaksi short sell. Transaksi ni
disahkan dalam peraturan nomor II-H Kep-0169/BEI/11/2018.
Namun tidak semua saham dapat di-short. Hanya
beberapa saham saja yang termasuk ke dalam Daftar Efek Short Selling yang dapat
di-short.

Untuk bisa melakukan short sell kamu diwajibkan tunduk pada syarat yang diberlakukan Otoritas
Jasa Keuangan yaitu:

  • Membuka rekening saham reguler di
    broker/sekuritas tertentu yang diperbolehkan melakukan transaksi short selling. Kamu bisa lihat daftar
    sekuritas yang diizinkan untuk melakukan shortsell di situs Otoritas Jasa
    Keuangan dengan kata kunci Anggota Bursa (AB) short
    selling.
  • Setelah itu kamu diharukan membuka
    rekening efek untuk pembiayaan transaksi marjin dan rekening efek untuk untuk
    melakukan short selling di sekuritas tersebut.
  • Menyetorkan jaminan awal sedikitnya Rp
    200 juta di masing-masing rekening efek transaksi marjin dan rekening efek
    transaksi short selling.
  • Dipersilakan melakukan short sell hanya pada saham-saham anggota Daftar Efek Short Selling saja.

Ketiga syarat di atas menyebabkan tidak semua
investor dapat melakukan short selling. Jika kamu tertarik untuk
melakukan short sell kamu harus menunggu surat keputusan BEI berikutnya karena saat
ini fasilitas short sell belum tersedia kembali.

Alasan
BEI Melakukan Pelarangan Transaksi Short Sell

Tahun ini BEI memutuskan untuk melarang
transaksi short sell karena berpotensi semakin memperkuat penurunan Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan di bulan Maret-Juni. Harga
penutupan IHSG tertinggi di tahun 2020 ini adalah 6296, lalu turun sebanyak 37%
hingga menyentuh titik 3937. Penurunan yang terjadi pada indeks disebabkan oleh
respon yang diberikan oleh para investor atas kebijakan pembatasan sosial
akibat penyebaran wabah Covid-19.

Selain daripada itu, aktivitas short sell
rupanya telah membuat penurunan indeks terjadi semakin cepat. Hal ini akan
menimbulkan situasi bursa yang tidak kondusif. Membuat banyak investor lain
merasa tidak nyaman untuk bertransaksi di bursa. Penurunan yang ditunggangi
para investor yang mengharapkan kejatuhan pasar akan menyulitkan BEI dalam
mengkondisikan pasar saham yang menarik bagi semua orang.

Oleh karenanya BEI mengambil kebijakan
untuk menghentikan izin kegiatan short
sell untuk sementara hingga waktu
yang belum bisa dipastikan.

Intermezzo: Short Sell Dalam Pandangan Islam

Pengetahuan bagi kamu yang muslim bahwa
sebaiknya kamu menghindari short sell. Kamu perlu tahu bahwa dalam islam paktik
transaksi short sell tidaklah dibenarkan. Berikut hadits
riwayat nabi Salallahu Alaihi Wassalam oleh al-Khamsah;

“Janganlah kamu menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR.
al-Khamsah dari Hakim bin Hizam)
Hal ini dikaitkan dengan praktek perdagangan
yang kita kenal sebagai shortselling. Larangan yang demikian adalah
untuk melindungi agar tidak ada pihak-pihak yang terlalu banyak dirugikan.





Source link

0 comments on “Mengenal Short Selling Dalam Perdagangan Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *