Tuesday, 29 September, 2020

Modal yang Dibutuhkan untuk Menjadi Full-time Trader



Ajaib.co.id – Banyak pemula yang tertarik untuk menjadi full-time trader. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Di tengah kepenatan pekerjaan sehari-hari, wajar saja jika kita terpukau pada prospek hidup sepenuhnya dari penghasilan trading saham.

Menjadi full-time trader sebenarnya tidak mudah untuk diwujudkan, hal ini dikarenakan modal yang dibutuhkan untuk menjadi full-time trader bukan hanya berupa uang, melainkan juga bekal wawasan dan pengalaman yang melimpah.

Ide menjadi full-time trader seringkali muncul di benak
orang-orang yang baru saja berhasil meraih profit berlipat ganda dari transaksi
pertamanya berkat berkah “beginner’s luck“. Karena
kelihatannya mudah sekali menghasilkan uang dari saham, maka mereka memutuskan
untuk berhenti bekerja saja demi menjadi full-time trader. Nantinya,
mereka harus menghadapi realita di mana keuntungan fantastis serupa tak dapat
diperoleh secara konsisten.

Dengan menjadi full-time trader, kita memang bisa menikmati
kebebasan yang tak dimiliki oleh karyawan kantoran biasa. Tapi kebebasan itu
membutuhkan banyak modal material dan immaterial. Full-time trader juga harus
memiliki skill trading yang mumpuni dan toleransi risiko yang sangat tinggi.
Tanpa keberanian mental dan dana yang mencukupi, sulit sekali untuk menjadi full-time
trader
.

Seorang full-time trader harus menempuh jalan panjang dari nol
hingga sukses, setidaknya mencakup beberapa tahap berikut ini:

  • Menghimpun modal yang dibutuhkan

Kamu tidak bisa menjadi full-time trader dengan berbekal investasi Rp100.000 – Rp1 juta saja. Banyak trader berpengalaman merekomendasikan agar menyisihkan dana setara pendapatan satu tahun dulu. Dana itu nantinya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan, papan, dan cicilan utang. Tujuannya agar kamu tak terbebani oleh kebutuhan sehari-hari selama trading.

Selain itu, kamu sebaiknya menyiapkan dana darurat setara sekitar 3-6
kali pengeluaran bulanan. Dana darurat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tak
terduga seperti insiden laka lantas, diagnosis penyakit kronis, dan sejenisnya.
Semakin besar jumlah dana darurat, maka makin “aman” lah kondisi
keuanganmu dan makin stabil kondisi psikologismu saat memulai trading
full-time.

Setelah dana untuk kebutuhan setahun dan kebutuhan darurat itu tersedia,
barulah kamu mulai menghimpun modal untuk trading saham. Berapa banyak modal
yang dibutuhkan untuk full-time trading? Hal ini tergantung pada berapa
besar target keuntungan yang ingin diperoleh.

Ingat, target keuntungan trading saham haruslah realistis. Apabila kamu
menginginkan keuntungan Rp5 juta dalam sebulan, maka setidaknya siapkanlah
modal Rp250 juta. Semakin besar modal yang disiapkan, maka kemampuanmu untuk
menghasilkan keuntungan pun akan makin besar. Umpama kamu hanya punya modal
trading sebesar Rp50 juta, maka hampir tak mungkin menghasilkan keuntungan Rp5
juta dalam jangka waktu sesingkat itu.

  • Menyiapkan strategi trading saham teruji

Apakah kamu sudah menyiapkan semua modal yang dibutuhkan pada poin
pertama di atas? Selamat. Tapi, jangan buru-buru resign dari
pekerjaanmu. Sisihkan waktu dulu untuk mempelajari seluk-beluk trading saham
dan berbagai efek lain. Berinvestasilah untuk membeli buku-buku atau mengikuti
seminar seputar saham. Setidaknya, kamu harus memahami analisis fundamental dan
analisis teknikal. Kamu juga perlu memahami cara membaca sentimen pasar.

Setelah mempelajari semuanya, coba buat sebuah strategi trading saham
yang dapat diaplikasikan secara riil. Praktekkan strategi itu pada simulasi
trading saham (virtual trading) secara berulang-ulang. Kamu bisa memanfaatkan
aplikasi seperti Stockbit, RTI Business, dan Nabung Saham GO.

Alternatif lain, kamu juga dapat mulai bereksperimen trading saham
dengan modal kecil dulu pada sekuritas favoritmu. Kalau kamu sudah benar-benar
mampu mengaplikasikan pengetahuanmu hingga menghasilkan keuntungan berlipat
ganda sesuai ekspektasi, barulah kamu dapat melangkah ke tahap selanjutnya.

  • Melatih kedisiplinan dan kesabaran

Sukses cuan sekali saja tidak dapat membuktikan kemampuanmu dalam
trading saham. Seorang full-time trader dituntut untuk meraih profit
secara konsisten dalam jangka panjang. Untuk itu, ia harus mampu bersikap tegas
dan disiplin dalam segala situasi.

Ketika target cuan tercapai, trader harus mampu melepas saham pada saat
itu juga. Ketika prediksi ternyata keliru dan harga saham merosot, trader harus
mampu cut loss tanpa ragu. Kedengarannya mudah sekali, tetapi pemula
akan sering berpikir dua kali ketika menghadapi situasi riil di pasar.

Trader profesional tak boleh mudah terganggu oleh emosi sesaat. Kamu harus
siap menghadapi kerugian, sekaligus sigap untuk bangkit lagi dalam kondisi
terburuk sekalipun. Apabila kamu tidak bisa tidur nyenyak hanya karena
portofolio yang memerah selama 2-3 hari, maka kamu mungkin tidak cocok menjadi full-time
trader.

Nah, setelah mengetahui semua ini, apakah kamu merasa gentar atau tetap
berkeinginan menjadi full-time trader? Artikel ini tak bermaksud untuk
menakut-nakutimu, melainkan memaparkan berbagai hal yang perlu dipersiapkan
jika kamu ingin jadi pro.

Tak semua orang memiliki kemampuan memadai untuk menjadi full-time trader. Banyak juga orang yang sudah sukses trading full-time, tetapi belakangan malah memilih untuk berhenti. Alasannya bukan karena mereka bangkrut, melainkan karena kelelahan trading setiap hari. Full-time trader menanggung beban psikologis jauh lebih tinggi dibanding investor saham yang tidak dikejar target cuan harian.

Bisa dikatakan, tantangan psikologis ini lebih besar daripada syarat modal yang dibutuhkan untuk menjadi full-time trader. Siapa saja dapat menikmati kebebasan dan keuntungan melimpah ruah, tapi hanya jika mampu menaklukkan semua tantangan ini.





Source link

0 comments on “Modal yang Dibutuhkan untuk Menjadi Full-time Trader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *