Wednesday, 14 October, 2020

Panduan Penyusunan Jurnal Pengeluaran Kas untuk Pemula


Apapun jenis bisnis Anda penting untuk membuat jurnal pengeluaran kas. Jangan pernah berpikir jika jurnal ini hanya untuk bisnis berskala besar saja. Bisnis berskala kecil pun tetap disarankan untuk membuat jurnal seperti ini. Sayangnya masih banyak yang belum bisa membuatnya. Padahal sebenarnya jurnal ini mudah sekali dibuat.

Nah, untuk Anda yang masih kesulitan dalam membuat jurnal jenis ini, tenang saja. Pada kesempatan kali ini akan coba diulas bagaimana cara membuat jurnal ini dengan lebih mudah lagi. Penasaran bagaimana cara penyusunannya?

Sekilas Tentang Jurnal Pengeluaran Kas atau Cash Disbursement Journal

Cash disbursement journal bisa disebut juga dengan jurnal yang berfungsi untuk jenis pembayaran tunai. Hal ini dikarenakan jurnal ini merupakan catatan akuntansi yang dipakai dalam sistem akuntansi khususnya untuk jenis pengeluaran kas.

Secara fungsi, jurnal ini adalah agar semua jenis transaksi arus kas keluar utamanya yang ada kaitannya dengan operasional suatu usaha bisa dicatat. Sementara itu, transaksi yang dicatat meliputi pengeluaran dan pembelian secara tunai maupun kas yang berasal dari beragam jenis transaksi di sebuah tempat usaha.

Pengeluaran kas di sini akan digunakan untuk pembelian barang maupun jasa. Misalnya saja seperti membayar utang dagang, membayar beban, membeli perlengkapan secara tunai, serta setoran dana kecil petty cash.

Kemudian jenis dokumen yang digunakan sebagai dasar pencatatan jurnal ini adalah cek, giro, dan faktur dari pemasok yang sudah dicap lunas. Pembuatan jurnal ini umumnya dilakukan setiap bulan sebelum dipindah bukukan atau dipindah ke buku besar utama dan pembantu.

Jenis Transaksi yang Dicatat

Sudah tahukah Anda apa saja jenis transaksi yang dicatat pada saat membuat Cash disbursement journal? Satu hal yang harus selalu Anda ingat adalah jurnal ini hanya mencatat pengeluaran kas saja.

Oleh sebab itu jenis transaksi yang dicatat pada jurnal ini misalnya seperti pembayaran gaji, sewa, listrik, telepon, dan lain sebagainya. Kemudian pembayaran untuk perusahaan juga harus dicatat dalam jurnal ini.

Selain itu, pembelian beragam perlengkapan, aset, hingga peralatan secara tunai pun harus dicatat. Lalu pembelian barang yang akan diperdagangkan pun juga harus dicatat. Kemudian pembelian prive atau uang untuk berbagai keperluan pribadi dari pemilik juga harus dicatat. Dan yang harus dicatat lagi adalah semua jenis pengeluaran yang dilakukan secara tunai lainnya.

Format Cash Disbursement Journal

Ada hal penting lain yang harus selalu Anda ingat saat menyusun jurnal pengeluaran kas. Bentuk jurnal yang dapat dibuat tidaklah paten. Artinya secara bentuk disesuaikan dengan kebutuhan tempat usaha itu sendiri.

Meskipun demikian umumnya perusahaan-perusahaan menggunakan bentuk format 4. Yang mana pada kolom debitnya sendiri memuat sebanyak empat bagian besar. Maksudnya bagaimana?

Bentuk dari format 4 yang dimaksud di sini adalah kolom yang isinya ada enam bagian. Enam bagian tersebut berupa tanggal, keterangan, nomor bukti transaksi, akun yang didebit, referensi, dan akun yang dikredit.

Untuk kolom akun yang didebit fungsinya adalah untuk pencatatan nominal yang bernilai debit. Kemudian kolom debit sendiri dipecah lagi dalam 4 sub kolom. Yang mana keempat sub kolom tersebut memuat akun utang, pembelian, serba-serbi akun, dan jumlahnya.

Sementara itu pada kolom yang berisi akun kredit akan dibagi lagi dalam sub kolom kas dan potongan pembelian. Semua kolom tersebut tentunya memiliki fungsi masing-masing. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat ulasannya di bawah ini:

Kolom tanggal berfungsi untuk mencatat waktu transaksi terjadi.

Kolom nomor bukti berfungsi untuk mencatat nomor bukti transaksi (umumnya faktur).

Kolom keterangan berfungsi untuk mencatat uraian dari transaksi.

Kolom referensi berfungsi untuk memberikan tanda yang ada hubungannya dengan posting ke buku besar.

Kolom pembelian berfungsi untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan secara tunai.

Kolom utang berfungsi untuk mencatat semua jenis utang yang sudah dibayar.

Kolom serba-serbi ini berfungsi untuk mencatat semua akun yang sudah disebutkan sebelumnya. Kolom serba-serbi sendiri akan dibagi lagi menjadi dua sub kolom. Kedua sub kolom tersebut memuat akun dan jumlahnya. Kolom akan akan mencatat jenis akun. Sedangkan kolom jumlah akan mencatat nilai nominalnya.

Kolom kas pada ini berfungsi untuk mencatat semua nilai uang tunai.

Kolom potongan pembelian di sini berfungsi untuk mencatat semua potongan pembelian jika memang tersedia.

Cara Menyusun Cash Disbursement Journal

Sampai di sini kami yakin Anda sudah memiliki gambaran tentang jurnal pengeluaran kas. Kini waktunya untuk membuatnya. Lalu seperti apa langkah pembuatan jurnal ini? berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Catat terlebih dahulu tanggal pengeluaran kas yang menunjukkan waktu transaksi terjadi.
  2. Catat nomor transaksi bukti pengeluaran kas seperti yang ada pada faktur pembelian.
  3. Lanjutkan dengan mencatat keterangan dari transaksi.
  4. Berikan tanda centang (check) pada referensi yang memberikan tanda jika transaksi pada jurnal ini sudah dipindah bukukan ke buku besar.
  5. Isi kolom dengan nama akun yang terkait. Jangan lupa untuk isi sub kolom dari kolom debit (kolom akun pembelian, akun utang dagang, akun serba-serbi, lalu jumlah).
  6. si kolom kredit yang terdiri dari dua sub kolom (kolom kas dan potongan pembelian).
  7. Isi kolom referensi yang berisikan kode masing-masing akan.

Bagaimana sangat mudah kan membuat jurnal jenis ini. Saking mudahnya, untuk Anda yang masih pemula pun kami yakni bisa membuatnya. Semoga ulasan sederhana tentang jurnal pengeluaran kas ini bisa sedikit membantu.

0 comments on “Panduan Penyusunan Jurnal Pengeluaran Kas untuk Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *