Thursday, 01 October, 2020

Tarik Tunai Kartu Kredit Lebih Menguntungkan Dari Pinjol



tarik tunai kartu kredit jadi pilihan yang lebih ringan dari pinjol

Ajaib.co.id – Dalam kondisi super duper darurat keuangan dan tidak bisa tarik tunai karena tabungan kosong, dilema bagi kamu pasti bukan lagi antara ngutang atau nggak, tapi utang sama siapa, kan? Pilihan terbaik tapi memalukan adalah ngutang sama orang tua, kakak-adik, sahabat atau pacar tersayang (ouch!), karena hampir bisa dipastikan, mereka nggak akan tega membungakan nominal pelunasannya.

Kalau malu hati, berarti pilihanmu tinggal KTA, P2PLending alias Pinjol, atau, tarik tunai kartu kredit. Kartu kredit memang juga bisa digunakan untuk mengambil uang tunai, selain digunakan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai. Fasilitas tarik tunai kartu kredit bisa kamu lakukan di mesin ATM milik bank penerbit kartu kredit tersebut. Nantinya, jumlah tarik tunai ini akan dimasukan ke dalam tagihan bulanan kartu kredit kamu.

Meski mayoritas orang beranggapan fasilitas ini harus dihindari karena ada biaya tarik tunai yang menambah beban bunganya, artikel Ajaib ini akan memperlihatkan fakta yang sebaliknya. Ingin tahu? Ikuti terus ya.

Ketentuan Fasilitas

Untuk bisa menikmati fasilitas ini, kamu harus punya kartu kredit. Itulah tantangannya, karena permohonan pembuatan kartu kredit hanya akan disetujui bank penerbitnya apabila profil keuangan kamu, seperti penghasilan tetap, nominal penghasilan dan kondite kredit di masa lalu, cukup memenuhi standar kelayakan mereka. Tapi layak untuk diupayakan kok demi keuntungan kamu sendiri.

Seperti dikutip dari simulasikredit.com, tarik tunai kartu kredit adalah satu satu fasilitas dari bank penerbit kartu kredit, yang mengizinkan pemakainya untuk mengambil uang tunai di ATM mereka yang bekerjasama dengan Visa maupun MasterCard. Kamu pun bisa memilih alternatif cara lain, yaitu datang langsung ke kantor cabang bank penyedia kartu kredit, lalu melakukan tarik tunai via teller.

Siapa Sajakah Yang Bisa Menikmatinya?

Sebagai pemilik kartu kredit, kamu akan otomatis bisa menikmati fasilitas ini, tanpa perlu memberikan akses penuh ke seluruh data kontak di smartphone seperti halnya pada pinjol (pinjaman online) yang sering disebut P2PLending. Fasilitas ini pun jauh lebih direkomendasikan daripada pinjol bagi kamu yang sedang kepepet krisis uang tunai! Kok bisa gitu? Yuk kita kalkulasikan bersama perbandingan biaya pinjaman ini.

Bunganya Lebih Rendah Dari Pinjol

Seperti juga halnya transaksi kartu kredit lainnya, fasilitas yang satu ini juga dikenakan bunga yang akan dihitung dari tanggal penarikan hingga waktu cetak tagihan. Besaran bunga tarik tunai kartu kredit sesuai peraturan BI maksimum adalah 2,95% per bulan atau 35,40% per tahun. Tapi jika kamu mampu melunasi tagihan sebelum tanggal cetak tagihan, maka tarik tunaimu itu tidak akan dikenakan bunga sama sekali, dan hanya akan dikenai biaya administrasi lebih ringan  yang jika ditotal hanya 1/6-nya dari biaya pinjol!

Seperti dilansir oleh cnbcindonesia.com pada Juli 2019 lalu, bunga pinjaman P2PLending memang menunjukkan rerata angka yang tinggi, yaitu maksimal 24% per bulan, dan setahunnya bisa mencapai 292% per tahun, sesuai patikan asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), yang belum termasuk biaya administrasi. Contohnya adalah fintech Uang Teman, yang mengenakan bunga pinjaman 0,8 % per hari dan 24% per bulan, namun hanya memberikan pinjaman maksimal 30 hari.

Namun ada pula fintech Dana Rupiah yang malah memberikan bunga jauh lebih rendah yaitu 28% per tahun, tapi ditambah biaya administrasi 8% dari total pinjaman per tahun. Berarti, bunga yang harus ditanggung bisa mencapai 36% per tahun, tetap melebihi besaran bunga tarik tunai kartu kredit yang maksimum 35,40% per tahun. Dan jika dihitung per bulan pun:

= (28:12) + (8:12)

= 2,33 + 0,6

=2,99% per bulan,

tetap saja lebih besar kan dari bunga tarik tunai kartu kredit per bulan sesuai peraturan BI yang maksimumnya 2,95%?

Sunu Widyatmoko – Wakil Ketua FPI menyatakan bahwa angka bunga pinjol 0,8% per hari itu mengacu pada jenis pinjaman multiguna, yang karakteristiknya juga merupakan kredit jangka pendek kurang dari 1 bulan. Bunga pinjaman yang tinggi itu juga diklaim sebagai biaya untuk tiap peminjaman, yang mengandung unsur bunga, biaya administrasi, dan lain-lain, yang totalnya tidak melebihi 0,8%. Lho, tapi faktanya selalu saja ada biaya administrasi yang besarannya bisa mencapai 5-10%, dan langsung dipotong di awal saat pencairan dana ke rekemingmu!

Biaya-biaya Penyerta

Mari kita telusuri semua biaya dan bunga yang dikenakan pada fasilitas tarik tunai kartu kredit, agar perbandingannya semakin nyata. Berikut ini adalah rincian biayanya:

Ketika melakukan tarik tunai di ATM atau teller bank, sebagai pemegang kartu kredit kamu akan langsung dibebani biaya tarik tunai yang umumnya 4% dari nominal tiap penarikan pinjaman, atau minimal Rp50.000. Biaya tarik tunai ini diklaim pihak bank sebagai biaya jasa jaringan ATM. Jadi jika kamu ingin mengambil pinjaman tarik tunai dalam jumlah besar dari kartu kredit ini, sebaiknya kamu langsung melakukan 1x penarikan sekaligus, agar tidak terkena biaya tarik tunai berkali-kali.

Biaya yang juga dikenal dengan istilah annual fee ini dibayarkan setiap tahun, dan jumlahnya bergantung pada jenis kartu, yaitu:

  1. Silver: Rp 75.000 – Rp 200.000
  2. Gold: Rp 300.000 – Rp 400.000
  3. Platinum: Rp 750.000 – Rp 1.500.000

Tapi demi daya saing, ada juga beberapa bank yang menawarkan kartu kredit tanpa biaya tahunan seperti kartu CIMB Niaga Classic Credit Card.

Sanksi yang diberikan bank bagi keterlambatan pembayaran tagihan tarik tunai kartu kredit berupa biaya keterlambatan yang besarannya 3% dari saldo transaksi bulan sebelumnya atau maksimal Rp150.000.

Jika kamu mengambil pinjaman melebihi limit kartu kreditmu, biaya over limit umumnya Rp40.000 – Rp150.000. Namun, ada juga kartu kredit yang tidak mengenakannya sama sekali.

Simulasi Perbandingan

Jika kamu hendak mengambil pinjaman tarik tunai kartu kredit sebesar Rp 2.000.000 dengan kartu kredit silver, tanpa biaya keterlambatan dan over limit maka total tagihan kamu di bulan berikutnya adalah:

  • Pinjaman = Rp2.000.000
  • Biaya tarik tunai = 4% x 2.000.000 = Rp80.000
  • Bunga = 24% x 2.000.000 = Rp59.000
  • Iuran tahunan kartu kredit silver =  75.000 : 12 = Rp6.250
  • TOTAL: Rp2.145.000

Malah, jika kamu mampu membayarnya kembali sebelum tanggal cetak tagihan, kamu cuma harus membayar Rp2.086.250.

Jika mengambil pinjaman dengan nilai sama melalui pinjol, maka total tagihan kamu di bulan berikutnya adalah:

  • Pinjaman = Rp2.000.000
  • Biaya administrasi = 5% x 2.000.000 = Rp100.000
  • Bunga = 24% x 2.000.000 = Rp480.000 
  • TOTAL: Rp2.580.000

See?

Jadi, meskipun kamu disarankan untuk selalu berusaha menghindari berhutang, ketika betul-betul kepepet di tengah situasi krisis keuangan super emergency, lebih direkomendasikan untuk menggunakan fasilitas tarik tunai kartu kredit daripada pinjol.

Usahakan nggak over limit dan bayarnya nggak telat ya, supaya kamu masih punya sisa uang untuk terus mengembangkan kinerja portfolio investasimu dengan platform investasi yang berintegritas seperti Ajaib, yang memungkinkan investasi saham dan reksa dana sekaligus dalam 1 aplikasi, biaya beli saham s/d 50% lebih murah, dan daftar 100% online tanpa biaya minimum.

Ajaib adalah pilihan super smart bagi investor Milenial karena terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga Indonesia Stock Exchange (IDX), serta mendapat penghargaan dari Asia Forbes, Fintechnew Singapore, Dunia Fintech dan Top 10 Startups from Y Combinators TechCrunch.





Source link

0 comments on “Tarik Tunai Kartu Kredit Lebih Menguntungkan Dari Pinjol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *